edo's-blog

22 - 02 - 2009, what a sacred date

It has been two years I got along with her and she eventually can be mine.

Posted on 23:45 by Greatocean

Permalink | 0 Comments

THERE MUST BE A LIGHT IN THE DARKNESS

I dunno what i've done this 3 last months. It truly make me suffered.. Dried out all of I have .my gosh . Argh.... I was lost control, and now i got the symptomps of despair  pointless person. There ar lots of plannings and dunno how to make it come true:P. Getting worse, i cant stand with all conditions in my bureau. I have got to quit as soon as possible eventhough i should keep stand until the deathly storm stop wiping my life. No image can depict my situation, no way out cross my mind. But positive thinking... I should be patient n be sure that there must be  a way out..and all i can do just waiting. Let the storm arise n keep hiding under His wings. I know little light that be my guidance to survive always shine outside warm my cold side.

holding-sun-08

 

GOD DIDNT GIVE ME A WAY...BUT HE GAVE ME LIGHT TO STAY BESIDE ME WITH, THROUGH MY SORROW TUNNEL.THX GOD

Besides lowest point of mine, there is something i should feel grateful, God sent me someone who cares and love me the way I do. It is like a oasis in desert. It eases my thirsty and feed my hunger. For a while, it help me to forget what I am experiencing. Without it, i gonna astray like shheps without sepherd. Maybe i cant be the the best, yet... i would try my best to better..n..better. I dont wanna repeat all my mistakes i'v done before, starting with lies n ended with sorrow. Now, everything's different. I start with a word called whole-hearted, honest even shamefull but it is obviously better. "Whatever the lies are, no matter how beautiful the lie is...truth ,no matter how bad n shameful i am...Still it is more beautiful. I hope she can love me without see what I have. I have nothing, but I have something,cant be compared with any high-price items/money. It is called "LOVE"

2190933282_10acbba279 

------------------THANK YOU FOR YOU--------------------

EDO. N H.... with love

Posted on 23:01 by Greatocean

Permalink | 0 Comments

Cinta yang tak bisa memiliki

Cukup sudah...knapa Tuhan sangat berlaku tidak adil terhadap diri ini. Seberat inikah beban yang harus kupikul? Tidak bolehkah aku hidup sesuai dengan apa yang aku ingini dan aku rasakan.... knapa semua harus pergi pada akhirnya nanti.. Tidak bisakah saya seperti mereka? Hari demi hari hanya cercaan dan kutukan yang dapat dirasakan.. dimanakah happy ending yang diimpikan setiap orang? knapa diri ini tidak berhak untuk meraihnya..semua jaerih payah, manis pahit kehidupan bersama dirasakan dan dilalui. Tapi mengapa hanya kita yang dilarang?

Sakit hati ini membiarkan apa yang kita impikan pergi untuk yang lainnya, hati ini tidak untuk dibagi..tidak untuk dikenang...tidak untuk diacuhkan. Semua ini hanya khayal diri.. kini kutahu tak mungkin ada untuk memilikinya.... Tuhan pun tidak membiarkan semua ini terjadi, bagaimana kita hanya sebagai mahluk lemah, bernoda dan tak berdaya dapat mengubah semua kenyataan yang ada.

Biarlah hanya kita yang tahu dan merasakan. Biarlah kita yang mengenang kalau cinta kita pernah bertaut. Hanya engkau yang ada di hatiku.. untuk selamanya walau aku tahu itu terbelenggu dan hanya impian. Hanya engkau pengisi ruang kekosongan di dalam hatiku yang tak terganti walau tak bersatu pada akhirnya. Tetapi walau semua ini semu, Aku tetap memilih cintamu

Posted on 02:15 by Greatocean

Permalink | 0 Comments

GRADUATION DAY

FINALLY

Posted on 00:56 by Greatocean

Permalink | 0 Comments

HM MONDAY AGAIN

Hm.....MONDAY AGAIN. Back to work

Posted on 00:37 by Greatocean

Permalink | 0 Comments

EMPATHY.......

I fell so touched when i read this article, i want to share with others:

"Suatu malam, sepulang kerja, saya mampir di sebuah restoran cepat saji di kawasan Bintaro.

Suasana sepi. Di luar hujan. Semua pelayan sudah berkemas. Restoran hendak tutup.

Tetapi mungkin melihat wajah saya yang memelas karena lapar, salah seorang dari mereka

memberi aba-aba untuk tetap melayani. Padahal, jika mau, bisa saja mereka menolak.

Sembari makan saya mulai mengamati kegiatan para pelayan restoran. Ada yang menghitung uang,

mengemas peralatan masak, mengepel lantai dan ada pula yang membersihkan dan merapikan

meja-meja yang berantakan.

Saya membayangkan rutinitas kehidupan mereka seperti itu dari hari ke hari.

Selama ini hal tersebut luput dari perhatian saya. Jujur saja, jika menemani anak-anak makan di

restoran cepat saji seperti ini, saya tidak
terlalu hirau akan keberadaan mereka. Seakan mereka antara ada dan tiada.
Mereka ada jika saya membutuhkan bantuan dan mereka serasa tiada jika
saya terlalu asyik menyantap makanan.

Namun malam itu saya bisa melihat sesuatu yang selama ini seakan tak
terlihat. Saya melihat bagaimana pelayan restoran itu membersihkan
sisa-sisa makanan di atas meja. Pemandangan yang sebenarnya biasa-biasa
saja. Tetapi, mungkin karena malam itu mata hati saya yang melihat,
pemandangan tersebut menjadi istimewa.

Melihat tumpukan sisa makan di atas salah satu meja yang sedang
dibersihkan, saya bertanya-tanya dalam hati: siapa sebenarnya yang baru
saja bersantap di meja itu? Kalau dilihat dari sisa-sisa makanan yang
berserakan, tampaknya rombongan yang cukup besar. Tetapi yang menarik
perhatian saya adalah bagaimana rombongan itu meninggalkan sampah bekas
makanan.

Sungguh pemandangan yang menjijikan. Tulang-tulang ayam berserakan di
atas meja. Padahal ada kotak-kotak karton yang bisa dijadikan tempat sampah.
Nasi di sana-sini. Belum lagi di bawah kolong meja juga kotor oleh
tumpahan remah-remah. Mungkin rombongan itu membawa anak-anak.

Meja tersebut bagaikan ladang pembantaian. Tulang belulang berserakan.
Saya tidak habis pikir bagaimana mereka begitu tega meninggalkan sampah
berserakan seperti itu. Tak terpikir oleh mereka betapa sisa-sisa
makanan yang menjijikan itu harus dibersihkan oleh seseorang, walau dia seorang
pelayan sekalipun.

Sejak malam itu saya mengambil keputusan untuk membuang sendiri sisa
makanan jika bersantap di restoran semacam itu. Saya juga meminta
anak-anak melakukan hal yang sama. Awalnya tidak mudah. Sebelum ini saya juga
pernah melakukannya. Tetapi perbuatan saya itu justru menjadi bahan tertawaan
teman-teman. Saya dibilang sok kebarat-baratan. Sok menunjukkan pernah
ke luar negeri. Sebab di banyak negara, terutama di Eropa dan Amerika,
sudah jamak pelanggan membuang sendiri sisa makanan ke tong sampah. Pelayan
terbatas karena tenaga kerja mahal.

Sebenarnya tidak terlalu sulit membersihkan sisa-sisa makanan kita.
Tinggal meringkas lalu membuangnya di tempat sampah. Cuma butuh beberapa menit.
Sebuah perbuatan kecil. Tetapi jika semua orang melakukannya, artinya
akan besar sekali bagi para pelayan restoran.

Saya pernah membaca sebuah buku tentang perbuatan kecil yang punya arti
besar. Termasuk kisah seorang bapak yang mengajak anaknya untuk
membersihkan sampah di sebuah tanah kosong di kompleks rumah mereka.
Karena setiap hari warga kompleks melihat sang bapak dan anaknya membersihkan
sampah di situ, lama-lama mereka malu hati untuk membuang sampah di situ.

Belakangan seluruh warga bahkan tergerak untuk mengikuti jejak sang
bapak itu dan ujung-ujungnya lingkungan perumahan menjadi bersih dan sehat.
Padahal tidak ada satu kata pun dari bapak tersebut. Tidak ada slogan,
umbul-umbul, apalagi spanduk atau baliho. Dia hanya memberikan
keteladanan. Keteladanan kecil yang berdampak besar.

Saya juga pernah membaca cerita tentang kekuatan senyum. Jika saja
setiap orang memberi senyum kepada paling sedikit satu orang yang dijumpainya
hari itu, maka dampaknya akan luar biasa. Orang yang mendapat senyum akan
merasa bahagia. Dia lalu akan tersenyum pada orang lain yang dijumpainya.
Begitu seterusnya, sehingga senyum tadi meluas kepada banyak orang. Padahal
asal mulanya hanya dari satu orang yang tersenyum.

Terilhami oleh sebuah cerita di sebuah buku "Chicken Soup", saya kerap
membayar karcis tol bagi mobil di belakang saya. Tidak perduli siapa di
belakang. Sebab dari cerita di buku itu, orang di belakang saya pasti
akan merasa mendapat kejutan. Kejutan yang menyenangkan. Jika hari itu dia
bahagia, maka harinya yang indah akan membuat dia menyebarkan virus
kebahagiaan tersebut kepada orang-orang yang dia temui hari itu. Saya
berharap virus itu dapat menyebar ke banyak orang.

Bayangkan jika Anda memberi pujian yang tulus bagi minimal satu orang
setiap hari. Pujian itu akan memberi efek berantai ketika orang yang
Anda puji merasa bahagia dan menularkan virus kebahagiaan tersebut kepada
orang-orang di sekitarnya.

Anak saya yang di SD selalu mengingatkan jika saya lupa mengucapkan kata
"terima kasih" saat petugas jalan tol memberikan karcis dan uang kembalian.
Menurut dia, kata "terima kasih" merupakan "magic words" yang akan
membuat orang lain senang. Begitu juga kata "tolong" ketika kita meminta bantuan
orang lain, misalnya pembantu rumah tangga kita.

Dulu saya sering marah jika ada angkutan umum, misalnya bus, mikrolet,
bajaj, atau angkot seenaknya menyerobot mobil saya. Sampai suatu hari
istri saya mengingatkan bahwa saya harus berempati pada mereka. Para supir
kendaraan umum itu harus berjuang untuk mengejar setoran. "Sementara
kamu kan tidak mengejar setoran?'' Nasihat itu diperoleh istri saya dari
sebuah tulisan almarhum Romo Mangunwijaya. Sejak saat itu, jika ada kendaraan
umum yang menyerobot seenak udelnya, saya segera teringat nasihat istri tersebut.

Saya membayangkan, alangkah indahnya hidup kita jika kita dapat membuat
orang lain bahagia. Alangkah menyenangkannya jika kita bisa berempati
pada perasaan orang lain. Betapa bahagianya jika kita menyadari dengan
membuang sisa makanan kita di restoran cepat saji, kita sudah meringankan
pekerjaan pelayan restoran.

Begitu juga dengan tidak membuang karcis tol begitu saja setelah
membayar, kita sudah meringankan beban petugas kebersihan. Dengan tidak membuang
permen karet sembarangan, kita sudah menghindari orang dari perasaan
kesal karena sepatu atau celananya lengket kena permen karet.

Kita sering mengaku bangsa yang berbudaya tinggi tetapi berapa banyak di
antara kita yang ketika berada di tempat-tempat publik, ketika membuka
pintu, menahannya sebentar dan menoleh kebelakang untuk berjaga-jaga
apakah ada orang lain di belakang kita? Saya pribadi sering melihat orang yang
membuka pintu lalu melepaskannya begitu saja tanpa perduli orang di
belakangnya terbentur oleh pintu tersebut.

Jika kita mau, banyak hal kecil bisa kita lakukan. Hal yang tidak
memberatkan kita tetapi besar artinya bagi orang lain. Mulailah dari
hal-hal kecil-kecil. Mulailah dari diri Anda lebih dulu. Mulailah
sekarang juga."

Posted on 11:02 by Greatocean

Permalink | 0 Comments

THINGS I FEEL SO GRATEFUL


GRATEFUL HEART

Yeah, my life felt so insipid so far, yesterday i browsed in internet and found the photograph as the result my searching as"grateful". It was so touched look at that girl's condition which doesn't have even feet for walking. Walking is the general activities that everybody can do consciously, however, for her its the hardest activities in her life... These last days i ask often bout my problem, "Why i can't be like the others where many people think it is so easy for them, but for me its like miracle to be cured from it. But i realize from one' blog bout feeling grateful. The fact, many things i have that i can feel so gratitude to God bout what i have nowadays. I felt so very grateful and I'd like to share my top five reasons:



  1. I have my lovely parents, family, and friends that always dupport me whenever i feel so down. Maybe i just have couple of close friends, Less than number of my finger in right hand. But they are truly exist. Thank you....
  2. I can go to school until university with good enough grade. I can study where i long to. Many people can't go to school but i can. And this last month is my graduation day. How lucky i am can feel that day where my parents come to and be proud finally his only boy can be someone...Architecture engineering...
  3. Today i am not a jobless person, I have found job where my interest lies on. I work in architecture field which is my wildest dream since i was child. I work in good condition, environment, even good employer.
  4. I feel grateful that i still woke up with good health, i still can walk, breath, n commute without any pain feelings in my head and body. I feel so fresh.... maybe if i were sick i miss this so condition that now i thank to God first before its late:)
  5. I feel happy that once a depressive episode is over, i can go to work place without complaining again. I'm able to think of new interests that I can feel passionate about as well as returning to activities . I enjoy my life.

Posted on 12:47 by Greatocean

Permalink | 0 Comments